Pemanfaatan Toga Sebagai Obat Dispepsia Pada Masyarakat Sekitar Puskesmas Botania Batam

Authors

  • Hesti Marliza Institut Kesehatan MitraBunda

Keywords:

Toga, kunyit, dyspepsia, Puskesmas Botania

Abstract

Abstrak

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu pengobatan alternatif yang telah lama dilakukan oleh masyarakat Indonesia secara tradisional. Keberhasilan pemanfaatan TOGA ini sangat dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dari setiap jenis tanaman yang berkhasiat. Salahsatu tanaman obat keluarga yang bisa di bududayakan di pekarangan halaman rumah adalah kunyit. Kunyit memberikan banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh. Seperti adanya kandungan kurkumin, sesmetoksikumin, bisdesmetoksikurkumin, resim, pati, karbohidrat, protein, selulosa dan lemak. kunyit juga diketahui kaya akan vitamin C, antioksidan, zat pahit, zat besi, fosfor, kalsium, hingga minyak atsiri sehingga kunyit dipercaya dapat mengatasi penyakit dispepsia. Jumlah kasus yang tercatat dari hasil pencatatan pada pasien yang berkunjung di Puskesmas Botania pada tahun 2020 sangat bervariasi. Dari sekian banyak kasus yang ditemukan di Puskesmas Botania adalah penyakit  dyspepsia, dimana perempuan merupakan pasien terbanyak dibandingkan laki-laki.  Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan toga sebagai obat dispepsia pada saluran pencernaan . Adapun tanaman yang digunakan adalah kunyit yang ditanam di perkarangan rumah warga dekat puskesmas Botania . kunyit yang di gunakan akan di buat dalam bentuk sediaan jamu.

 

 

 

References

Ambarwati. (2005). Gambaran trait kepribadian, kecemasan dan stres, serta strategi coping pada penderita dispensia fungsional. In Universitas Indonesia.

Arisonya, S., Wibisono, G., & Aditya, G. (2014). Efektifitas Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica) Terhadap Jumlah Sel Makrofag dan Diameter Lesi Ulkus Traumatikus. Jurnal B-Dent, 1(2), 118??125. https://jurnal.unbrah.ac.id/index.php/bdent/article/view/16

Azis, A. (2019). Kunyit ( Curcuma domestica Val ) Sebagai Obat Antipiretik Abdul Azis Program Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 6(2), 116??120.

Fithriyana, R. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dispepsia Pada Pasien Di Willayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota. PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(2), 2018. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/prepotif/article/view/79

Haag, S., Senf,W., Hauser,W., Tagay,S., Grandt, D., Heufts, G., Gerken,G., Talley, N.J., Holtmann, G. (2008). Impairment of Health-related Quality of Life in FunctionalDispepsia and Chronic Liver Disease: the Influence of Depressionand Anxiety. Aliment Pharmacol Ther, 27, 561??571.

M Abdullah, J. G. (2012). . Dispepsia.Divisi Gastroenterologi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam. Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia. CDK-197, 39(1).

Siska Mayang Sari, Ennimay, & Tengku, A. R. (2019). Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Pada Masyarakat. Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3, 1??7. https://doi.org/10.31849/dinamisia.v3i2.2833

Suhery, Putra, T., & Jasmalinda. (2020). Tanaman Obat Keluarga Dalam Perspektif Masyarakat Transisi. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(3), 1??4.

Downloads

Published

2022-07-12